Rabu, 28 Desember 2016

SISTEM PENCERNAAN ANATOMI FISIOLOGI



SISTEM PENCERNAAN
Diagram sistem pencernaan manusia bagian perut
Sistem pencernaan (bahasa Inggris: digestive system) adalah sistem organ dalam hewan multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses tersebut. Sistem pencernaan antara satu hewan dengan yang lainnya bisa sangat jauh berbeda.
Pada dasarnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) dan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung.Selanjutnya adalah proses penyerapan sari - sari makanan yang terjadi di dalam usus. Kemudian proses pengeluaran sisa - sisa makanan melalui anus.
Diagram sistem pencernaan
Diagram sistem pencernaan
1. Kelenjar ludah
2. Parotis
3. Submandibularis (bawah rahang)
4. Sublingualis (bawah lidah)
5. Rongga mulut
6. Faring
7. Lidah
8. Esofagus
9. Pankreas
10. Lambung
11. Saluran pankreas
12. Hati
13. Kantung empedu
14. duodenum
15. Saluran empedu
16. Kolon
17. Kolon transversum
18. Kolon ascenden
19. Kolon descenden
20. Ileum
21. Sekum
22. Appendiks
23. Rektum
24. Anus
Sistem pencernaan berurusan dengan penerimaan makanan dan mempersiapkannya untuk diasimilasi  oleh tubuh.(C.pearce Evelyn :2005).Saluran pencernaan terdiri atas bagian-bagian berikut :
1.Mulut
            Adalah bagian rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan.Terdiri atas dua bagian luar yang sempit,atau vestibula,yaitu ruang di antara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi,dan bagian dalam.
2.Faring
             Merupakan Organ yang menghubungkan rongga mulut dengan kerongkongan (esophagus).Makanan melewati  epiglotis lateral melalu resus priformis masuk ke esophagus tanpa membahayakan jalan udara.

3.Esophagus
            Merupakan saluran  yang menghubungkan tekak dengan lambung.Makanan atau bolus berjalan dalam esophagus karna gerakan peristaltic.

4.Lambung
            Lambung atau perut besar (kantong nasi) adalah bagian dari saluran pencernaan  yang dapat mekar,terletak di dalam rongga perut agak ke sebelah kiri atau dibawah diafragma,di depan pankreas sedangkan limfe menempel disebelah kiri fundus.Kapasitas normal lambung adalah 1-2 liter.







5.Usus halus
            Merupakan saluran pencernaan diantara lambung dan ussu besar,yang merupakan Tuba terlilit yang merentang dari Ssfingter sampai Katub ileosekal,tempat menyatu dengan usus besar.

6.Usus besar
            Merupakan bagian akhir dari proses pencernaan,karna sebagai tempat pembuangan,Maka di usus besar sebagian besar nutrient telah dicerna dan di absorb dan hanya menyisakan zat-zat yang tidak di cerna.

7.Rectum & Anus
            Merupakan akhir dari saluran pencernaan makanan sepanajang 20 cm disebut rectum atau pelepasan.Rectum merupakan lanjutan dari usu besar.sedangkan anus merupakan bagian yang berhubungan dengan dunia luar yang terletak di dasar pelvis.

Ringkasan tentang fungsi lambung:
*      Lambung menerima makanan dan bekerja sebagai penampung untuk jangka waktu pendek
*      Semua makanan diacairkan dan dicampurkan dengan asam hidrokhlorida.dan dengan cara ini disiapkan untuk dicernakan oleh usus.
*      Protein diubah menjadi pepton
*      Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan
*      Pencernaan lemak dimulai dalam lambung
*      Faktor antianemi dibentuk
*      Khime,yaitu isi lambung yang cair,disalurkan masuk duodenum


           

SISTEM RESPIRASI



SISTEM RESPIRASI

Sistem respirasi disebut juga sistem pernapasan. Bernapas merupakan proses masuknya oksigen (O2) yang disebut inspirasi dan keluarnya karbon dioksida (CO2) yang disebut ekspirasi.
A. Organ-organ pada sistem respirasi terdiri atas :
1. Hidung
Hidung merupakan tempat keluar masuknya udara saat bernapas. Hidung memiliki fungsi Sebagai berikut :
·         Sebagai penyaring oleh selaput lendir dan bulu-bulu atau rambut-rambut hidung. Selaput lendir dan rambut-rambut hidung berfungsi menyaring debu atau benda asing yang masuk bersama udara.
·         Sebagai    penghangatan (pengaturan suhu)dilakukan oleh konka (banyak kapiler darah) untuk mengubah suhu udara agar sesuai dengan suhu tubuh.
·         Sebagai pelembapan (pengaturan kelembapan) dengan bantuan lendir menjadikan udara kering yang masuk dalam rongga hidung menjadi lembap sebelum ke paru-paru.
·         Sebagai indra penciuman
2. Faring
Faring (tekak) adalah percabangan/persimpangan antara saluran pernapasan (nasofaring) dibagian depan dengan saluran pencernaan (orofaring) dibagian belakang. Diantara oso nasofaring dan orofaring terdapat klep yang disebut epiglotis. Epiglotis berfungsi mengatur perjalanan udara dan makanan pada persimpangan tersebut.

3. Laring
Laring (pangkal tenggorokan) merupakan jalinan tulang rawan yang dilengkap dengan otot, membran jaringan ikat, dan ligamentum bentuknya. Laring merupakan tempat melekatnya pita suara. Pada saat berbicara, pita suara akan melakukan getaran yang menghasilkan suara. Pita suara pada laki-laki lebih panjang dibanding pita suara perempuan.
4. Trakea
Trakea (batang tenggorokan) adalah suatu saluran otot selaput yang kedudukannya tegak lurus antara basis kranii dan vertebrata servikalis. Dinding trakea dikelilingi cincin tulang rawan dan di bagian dalam rongga bersilia. Silia tersebut berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke dalam pernapasan.
5. Bronkus (cabang tenggorokan)
Trakea bercabang menjadi dua cabang trakea yang disebut bronkus. Cabang bronkus atau trakea adalah bronkus kanan dan bronkus kiri.
1)    Bronkus kanan, menuju ke paru-paru kanan (3 cabang dan kedudukan lebih menurun)
2)    Bronkus kiri, menuju ke paru-paru (2 cabang dan kedudukan lebih mendatar).
6. Pulmo (paru-paru)
Paru-paru berjumlah sepasang yang dibungkus oleh selaput pleura. Selaput pleura memiliki rangkap dua, yaitu pleura parietalis (sebelah luar) dan pleura viscerlaris (sebelah dalam). Diantara lapisan pleura terdapat cairan limfa yang berfungsi melindungi paru-paru dari gesekan saat mengembang dan mengempis.
Paru-paru terletak pada rongga bagian dada bagin atas yang dibatasi oleh selaput diafgrama. Paru-paru yang sebelah kanan (pulmo dexter) tersusun atas tiga belahan, sedangkan paru-paru kiri (pulma sinister) tersusun atas dua belahan.

7. Alveolus (gelembung udara)

Alveolus merupakan organ yang berbentuk seperti sekumpulan kantong (gelembung) dan tersusun atas selapis sel yang tipis dan elastis rata-rata diselubungi oleh kapiler darah, alveolus berjumlah ± 1.800 juta buah yang berfungsi sebagi tempat terjadinya pertukaran gas, yaitu O2 dari lingkungan sel-sel darah dan CO2 dari sel-sel darah ke lingkungan.

B. Mekanisme Bernapas
Proses pernapasan dapat dilakukan dengan pernapasan dada dan pernapasan perut.
1. Pernapasan dada
Inspirasi : Otot antar tulang rusuk berkontraksi            rongga dada membesar          tekanan udara menurun            paru-paru membesar                udara masuk.
Ekspirasi : Otot antar tulang rusuk berelaksasi               rongga dada mengecil             tekanan udara meningkat           paru-paru mengecil           udara keluar.
2. Pernapasan perut
Inspirasi : Otot diafragma berkontraksi             diafragma mendatar             rongga dada membesar            tekanan rongga dada mengecil   paru-paru membesar              udara masuk.
Ekaspirasi : Otot diafragma berelaksasi            diafragma melengkung          rongga dada mengecil            tekanan rongga dada membesar             paru-paru mengecil                udara keluar.
C. Penyerapan dan Pengangkutan O2 dan CO2
Oksigen berdifusi masuk ke alveolus paru-paru dalam proses pernapasan. Di dalam kapiler alveolus, O2 diikat oleh hemoglobin (dalam eritrosit) membentuk oksihemoglobin. Bersama dengan peredaran darah, oksihemoglobin terbawa ke jaringan tubuh, kemudian oksigen berdifusi masuk ke dalam sel. Di dalam mitokondria sel, oksigen digunakan dalam proses respirasi seluler untuk menghasilkan energi, CO2 dan H2O. Karbon dioksida kemudian masuk ke vena dan bereaksi dengan H2O membentuk asam bikarbona. Di dalam alveolus, asam bikarbonat akan terurai lagi menjadi CO2 dan H2O yang kemudian dikeluarkan pada proses ekspirasi.

Sumber :
Khristiyono.2008.SPM Biologi SMA dan MA.Jakarta:Erlangga
Sloane, Ethel.2003.Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula.Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran




SISTEM SKELETON



SISTEM SKELETON
Pengertian Sistem Skeleton
Kerangka tubuh manusia juga disebut sistem skelet yaitu merupakan susunan tulang pembentuk tubuh manusia,alat gerak pasif, dan berguna untuk pelekatan otot tubuh.Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik). Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, akan tetapi jumlah ini dapat bervariasi pada setiap orang. Rangka manusia tersusun dari tulang-tulang yang disambungkan oleh persendian yang terdiri dari :
1.      Tulang tengkorak (neurokranial) 8 buah
2.      Tengkorak wajah (splanknokarnial) 14 buah
3.      Tulang telinga dalam 6 buah
4.      Tulang lidah 1 buah
5.      Tulang kerangka dada 25 buah
6.      Tulang belakang dan gelang panggul 26 buah
7.      Tulang anggota gerak atas 64 buah
8.      Tulang anggota gerak bawah 62 buah
Fungsi Tulang
            Secara garis besar tulang memiliki fungsi sebagai berikut :
1.      Formasi rangka yaitu sebagai pembentuk rangka tubuh
2.      Formasi Sendi yaitu sebagai pembentuk yang bergerak dan tidak bergerak tergantung pada kebutuhan fungsional
3.      Perlekatan otot : tulang-tulang menyediakan permukaan untuk tempat melekatnya otot, tendon dan ligamentum
4.      Sebagai pengungkit untuk tiap-tiap pergerakan
5.      Menyokong berat badan : Memelihara sikap tegak tubuh manusia dan menahan gaya tarikan dan gaya tekanan yang terjadi pada tulang sehingga dapat menjadi kaku atau lentur
6.      Proteksi : Tulang-tulang membentuk rongga yang mengandung dan melindungi struktur yang halus seperti otak, medula spinalis, jantung, paru-paru, serta alat dalam perut dan panggul
7.      Pembentukan sel-sel darah
8.      Fungsi Imunologi : Limfosit B (dapat diubah menjadi sel-el plasma dan membentuk antibodi) dan makrofag-makgrofag (merupakan fagositoksik) dibentuk dalam sistem retikuloendotel sumsum tulang.
9.      Penyimpan kalsium. tulang mengandung 97% kalsium yang terdapat dalam tubuh baik dalam bentuk anorganik maupun garam-garam terutama kalsium fosfat. Fosfor disimpan di dalam tulang dan kalsium dilepas dalam darah bila dibutuhkan.
Bagian-Bagian Rangka Tubuh Manusia





Hasil gambar untuk tabel jumlah tulang manusia



Hasil gambar untuk tabel jumlah tulang manusia
 











































Gangguan pada Sistem rangka :
1.      Gangguan fisik
·         Fraktura sederhana
·         Fraktura kompleks
·         Greenstick
·         Comminute
2.      Gangguan fisiologis
·         Rakhitis
·         Mikrosefalus
·         Osteoporosis
3.      Gangguan persendian
·         Dislokasi
·         Terkilir (keseleo)
·         Ankilosis
·         Artritis

4.      Gangguan tulang belakang ­
·         Skoliosis, melengkungnya tulang belakang ke arah samping, mengakibatkan tubuh melengkung ke arah kanan atau kiri
·         Kifosis, perubahan kelengkungan pada tulang belakang secara keseluruhan sehingga orang menjadi bongkok
·         Lordosis, melengkungnya tulang belakang di daerah lumbal atau pinggang ke arah depan sehingga kepala tertarik ke arah belakang
·         Subluksasi, gangguan tulang belakang pada segmen leher sehingga posisi kepala tertarik ke arah kiri atau kanan.

Penjelasan
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup.Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang, akan tetapi jumlah ini dapat bervariasi pada setiap orang. Sistem rangka memiliki banyak fungsi diantaranya formasi rangka, formasi sendi, perlekatan otot, pengungkit untuk tiap-tiap pergerakan, menyokong berat badan,pembentukan sel-sel darah, fungsi imunologi, dan penyimpan kalsium. sistem rangka dapat mengalami gangguan diantaranya gangguan fisik, gangguan fisiologis, gangguan persendian, dan gangguan tulang belakang.